Habiskan Biaya Milyaran Rupiah, Proyek Saluran Irigasi Sungai Pangi Ambruk Setelah 2 Bulan Diresmikan

SuaraLahat – Pada bulan Januari 2021 pembangunan Saluran Irigasi Air Pangi yang telah menelan biaya hampir 5 Milyar Rupiah Diresmikan. Akan tetapi, setelah 2 bulan kemudian atau beberapa hari yang lalu bangunan tersebut Roboh.

Ketika salah satu Wartawan Suaralahat.com meninjau lokasi bangunan, terlihat puluhan meter tembok saluran irigasi roboh. Hal itu diduga karena bangunan tidak memiliki pondasi, hal itu bisa dilihat dalam video dibawah ini. 

Hal ini membuat masyarakat bertanya-tanya, apakah pembangunan ini dikerjakan dengan standar yang semestinya? Karena masyarakat merasa banyak kejanggalan dalam proyek tersebut. Salah satu kejanggalan yang terjadi adalah pembangunan saluran irigasi yang tidak memiliki pondasi, akibatnya tembok saluran irigasi tersebut ambruk padahal irigasi tersebut belum difungsikan untuk mengaliri air yang besar dari sungai, saluran irigasi dari sejak diresmikan hanya diisi oleh air hujan yang intensitasnya tidak terlalu besar volume airnya.

Kejanggalan lain adalah tentang peralihan pekerjaan pembangunan Saluran Irigasi Air Pangi dari PT. Daffa Rayyan kepada Mirwan Sayuti (Ketua P3A) yang dirasa tidak memiliki pengalaman dan kapasitas untuk menjalankan suatu proyek, apalagi yang bernilai milyaran rupiah selain itu hal tersebut bertentangan dengan undang-undang dan peraturan pemerintah.

Peralihan tanggung jawab pekerjaan ini bertentangan dengan aturan terbaru Peraturan  Presiden Nomor 16 tahun 2018 dan Pasal 36 Ayat (3) KEPPRES Nomor 80 Tahun 2003 yang mengatur bahwa Pengguna barang/jasa menerima penyerahan pekerjaan setelah seluruh hasil pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan kontrak. Serta Pasal 32 Ayat (3) KEPPRES Nomor 80 Tahun 2003 yang mengatur bahwa Penyedia barang/jasa dilarang mengalihkan tanggung jawab seluruh pekerjaan utama dengan mensubkontrakkan kepada pihak lain. Ada konsekuensi atau sanksi yang dapat dijatuhkan kepada pihak penyedia, apabila tidak mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan

Dari info yang kami himpun, PT. Daffa Rayyan Jaya Perkasa melakukan negosiasi untuk mengalihkan tanggung jawab pekerjaan Rehabilitasi D.I. Air Pangi 2020 kepada Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Desa Keban Agung pada bulan September tahun 2020.

Hasil negosiasi tersebut adalah PT. Daffa Rayyan Jaya Perkasa mengalihkan tanggung jawab pekerjaan proyek Rehabilitasi D.I. Air Pangi 2020 kepada Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Desa Keban Agung dengan anggaran senilai Rp 2.350.000.000 dari total anggaran tender senilai Rp 4.896.036.912,71.

Hasil perjanjian negosiasi tersebut telah di Akta Notariskan di Notaris/PPAT Trisia Susanti, SH.,M.Kn. Kabupaten Lahat. Dengan garis besar isi perjanjian kerjasamanya adalah Rachmad Firdaus (PT. Daffa Rayyan Jaya Perkasa) dan Mirwan Sayuti (Ketua P3A Keban Agung) sepakat akan melakukan kerjasama untuk pembangunan saluran irigasi sungai pangi di desa Pandan Arang, Kec. Kikim Selatan, Kab. Lahat, Sumatera Selatan. Dengan Anggaran senilai Rp 2.350.000.000.

Peralihan tanggung jawab pekerjaan ini bertentangan dengan aturan terbaru Peraturan  Presiden Nomor 16 tahun 2018 dan Pasal 36 Ayat (3) KEPPRES Nomor 80 Tahun 2003 yang mengatur bahwa Pengguna barang/jasa menerima penyerahan pekerjaan setelah seluruh hasil pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan kontrak. Serta Pasal 32 Ayat (3) KEPPRES Nomor 80 Tahun 2003 yang mengatur bahwa Penyedia barang/jasa dilarang mengalihkan tanggung jawab seluruh pekerjaan utama dengan mensubkontrakkan kepada pihak lain. Ada konsekuensi atau sanksi yang dapat dijatuhkan kepada pihak penyedia, apabila tidak mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan.

Proyek D.I. Air Pangi 2020 diresmikan pada bulan Januari 2021 lalu oleh beberapa tokoh dan pejabat di Marga Ex. PS. Pangi, Kec. Kikim Selatan, Sumatera Selatan, antara lain Lion Faizal, SE.,MM (Anggota DPRD Kab. Lahat Dapil V), Iswandi (Kepala Desa Nanjungan), Mirwan Sayuti (Ketua P3A Desa Keban Agung), Alpian (Kepala Desa Pandan Arang), Andi Sutrawinoto (Anggota Gemacita) serta beberapa tokoh lainnya. (WG dan SJ)