Proyek Sebelumnya Amburadul, Kini Rehabilitasi D.I. Air Pangi 2021 Kembali Ditenderkan

SuaraLahat – Semakin terlihat jelas bahwa proyek D.I. Air Pangi sepertinya hanya dijadikan lahan permainan proyek belaka oleh Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Selatan (Dinas Pengelolaan Sumberdaya Air). Pasalnya proyek pembangunan dan pemeliharaan D.I.Air Pangi sebelumnya yakni dari tahun 2006-2020 tidak berfungsi dan bermanfaat bagi masyarakat di Kecamatan Kikim Selatan (Ex.Marga PS. Pangi).

Ditahun 2021 ini Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Selatan (Dinas Pengelolaan Sumberdaya Air) kembali melakukan Rehabilitasi D.I. Air Pangi dengan anggaran kurang lebih 2 Milyar Rupiah yang dimenangkan oleh CV. Reysha yang beralamat di JL.BALAP SEPEDA MUHAJIRIN III NO.23 RT.23 RW.028 KEL.LOROK PAKJO KEC.ILIR BARAT II – Palembang.

Proyek Rehabilitasi D.I. Air Pangi 2021 diduga hanyalah proyek permainan belaka, sama seperti proyek-proyek sebelumnya yang tidak memberikan manfaat sama sekali kepada masyarakat petani sawah. proyek tersebut diduga hanya untuk kepentingan pribadi segelintir orang, bukan untuk kepentingan masyarakat. Masyarakat Ex. Marga PS. Pangi Kec. Kikim Selatan sudah pesimis terhadap proyek-proyek yang dikerjakan oleh Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Selatan (Dinas Pengelolaan Sumberdaya Air) di wilayah mereka.

Gambar Informasi tender Rehabilitasi D.I. Air Pangi 2021

Sikap pesimistis masyarakat tersebut bukan tanpa sebab, sejak tahun 2006-2020 masyarakat tidak mendapatkan manfaat dari pembangunan dan pemeliharan bangunan tersebut, sudah puluhan milyar rupiah uang rakyat yang terbuang karena bangunan yang seharusnya bermanfaat bagi masyarakat justru membuat mereka sengsara karena bangunan yang tidak berfungsi dan tidak bermanfaat.

Masyarakat yang terdampak langsung dari amburadulnya proyek tersebut ialah masyarakat 7 Desa yaitu Desa Karang Cahaya,  Desa Pagardin, Desa Nanjungan, Desa Pulau Beringin, Desa Tanjung Kurung, Desa Keban Agung dan Desa Pandan Arang Kecamatan Kikim Selatan. Yang mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai petani sawah.

Terlihat pada gambar diatas bangunan Dam utama/Dam 1 Air Pangi yang kondisinya memprihatinkan ini telah dibagun dan direhabilitasi dari tahun 2006-2019, bangunan tersebut terakhir direhabilitasi pada tahun 2019 dengan anggaran 9 Milyar Rupiah, namun tetap saja, bukannya membuat petani sejahtera justru membuat petani sengsara, karena tidak setetes airpun masuk kedalam Dam tersebut dan mengaliri sawah-sawah para petani di 7 Desa yaitu Desa Karang Cahaya,  Desa Pagardin, Desa Nanjungan, Desa Pulau Beringin, Desa Tanjung Kurung, Desa Keban Agung dan Desa Pandan Arang Kecamatan Kikim Selatan.

Semrawut proyek Rahabilitasi D.I. Air pangi 2019 belum usai, Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Selatan (Dinas Pengelolaan Sumberdaya Air) kembali melakukan Rehabilitasi D.I. Air Pangi 2020, proyek rehabilitasi tersebut memunculkan konflik dan kejanggalan baru, pasalnya Rehabilitasi D.I. Air Pangi 2020 yang tendernya dimenangkan oleh PT. Daffa Rayyan Jaya Perkasa dengan anggaran senilai Rp 4.896.036.912,71 itu, justru tidak dikerjakan oleh PT. Daffa Rayyan Perkasa Jaya melainkan dialihkan pekerjaan kepada Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Desa Keban Agung, Kec. Kikim Selatan, Kab. Lahat, Sumatera Selatan.

Dari info yang kami himpun, PT. Daffa Rayyan Jaya Pekasa melakukan negosiasi untuk mengalihkan tanggung jawab pekerjaan Rehabilitasi D.I. Air Pangi 2020 kepada Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Desa Keban Agung pada bulan September tahun 2020.

Hasil negosiasi tersebut adalah PT. Daffa Rayyan Jaya Perkasa mengalihkan tanggung jawab pekerjaan proyek Rehabilitasi D.I. Air Pangi 2020 kepada Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Desa Keban Agung dengan anggaran senilai Rp 2.350.000.000 dari total anggaran tender senilai Rp 4.896.036.912,71.

Hasil perjanjian negosiasi tersebut telah di Akta Notariskan di Notaris/PPAT Trisia Susanti, SH.,M.Kn. Kabupaten Lahat. Dengan garis besar isi perjanjian kerjasamanya adalah Rachmad Firdaus (PT. Daffa Rayyan Jaya Perkasa) dan Mirwan Sayuti (Ketua P3A Keban Agung) sepakat akan melakukan kerjasama untuk pembangunan saluran irigasi sungai pangi di desa Pandan Arang, Kec. Kikim Selatan, Kab. Lahat, Sumatera Selatan. Dengan Anggaran senilai Rp 2.350.000.000.

Mirisnya baru diresmikan kurang lebih 2 bulan bangunan tersebut ambruk, hal ini membuat geger masyarakat Marga Ex. PS. Pangi khususnya para petani sawah, karena irigasi tersebut sangat penting bagi mereka untuk meningkatkan hasil produksi sawah para petani di 7 Desa yaitu Desa Karang Cahaya,  Desa Pagardin, Desa Nanjungan, Desa Pulau Beringin, Desa Tanjung Kurung, Desa Keban Agung dan Desa Pandan Arang Kecamatan Kikim Selatan.

Proyek D.I. Air Pangi 2020 diresmikan pada bulan Januari 2021 lalu oleh beberapa tokoh dan pejabat di Marga Ex. PS. Pangi, Kec. Kikim Selatan, Sumatera Selatan, antara lain Lion Faizal, SE.,MM (Anggota DPRD Kab. Lahat Dapil V), Iswandi (Kepala Desa Nanjungan), Mirwan Sayuti (Ketua P3A Desa Keban Agung), Alpian (Kepala Desa Pandan Arang), Andi Sutrawinoto (Anggota Gemacita) serta beberapa tokoh lainnya.

Sebelum diresmikan terlihat dalam sebuah rekaman yang diambil oleh Lion Faizal, SE.,MM (Anggota DPRD Kab. Lahat Dapil V), didalam rekaman video Lion Faizal sedang melakukan testing terhadap tembok irigasi tersebut bersama salah seorang warga, dengan melemparkan batu besar ke tembok irigasi gna memastikan kekutan dari tembok irgasi. Namun fakta berkata lain, baru 2 bulan diresmikan tembok irigasi itupun ambruk.

Hal ini membuat masyarakat bertanya-tanya, apakah pembangunan ini dikerjakan dengan standar yang semestinya? Karena masyarakat merasa banyak kejanggalan dalam proyek tersebut. Salah satu kejanggalan yang terjadi adalah pembangunan saluran irigasi yang tidak memiliki pondasi, akibatnya tembok saluran irigasi tersebut ambruk padahal irigasi tersebut belum difungsikan untuk mengaliri air yang besar dari sungai, saluran irigasi dari sejak diresmikan hanya diisi oleh air hujan yang intensitasnya tidak terlalu besar volume airnya. (Aa)