Punya Sumber Daya Alam Melimpah, Kabupaten Lahat Tetap Dikepung Kemiskinan.

SuaraLahat – Kabupaten Lahat adalah kabupaten tertua di Sumatera Selatan yang dijuluki “Bumi Seganti Setungguan”. Kabupaten Lahat memiliki luas 4.361, 83 km persegi dengan jumlah penduduk Sekitar 401.401 jiwa. Terdiri dari 24 kecamatan dan 360 desa serta 27 kelurahan.

Akan tetapi, Kabupaten Lahat tertinggal hampir dalam segala aspek seperti pertanian, kesehatan, pendidikan dan infrastruktur dan ketenagakerjaan. Bahkan, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lahat berada pada posisi kedua termiskin se-provinsi Sumatera Selatan.

Salah satu ciri umum dari kondisi masyarakat miskin adalah tidak dimilikinya sarana dan prasarana dasar permukiman dan perumahan yang memadai, rendahnya tingkat pendapatan sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup secara layak, serta dengan tidak diikutsertakannya masyarakat miskin dalam institusi sosial yang berakibat pada kerusakan kualitas manusia dan rendahnya etos kerja.

Tidaklah mengherankan kalau kemiskinan merajalela disebabkan oleh adanya konsentrasi kekuasaan dan sumber daya pada golongan elit serta kelompok tertentu saja. Situasi ini diperburuk dengan adanya sifat kesewenang-wenangan dan tidak adanya tanggungjawab moral dari mereka yang duduk sebagai penguasa. Indikasinya terlihat dalam kebijakan-kebijakan penguasa (dalam hal pembangunan khususnya) yang seringkali melanggar peraturan dan perundang-undangan yang ada.

Kebijakan yang ada hanya menguntungkan sekelompok orang dan kepentingan penguasa itu sendiri Kebijakan yang mengabaikan kepentingan masyarakat banyak, khususnya masyarakat miskin. Sebagai akibat dari semua itu adalah timbulnya kesenjangan sosial, “yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin bertambah miskin.”

Di sisi lain sepertinya, belum disadari oleh masyarakat bahwa di sekitar mereka terdapat banyak tambang-tambang potensi sumberdaya dan orang jujur serta dapat dipercaya. Padahal dengan menyadari dan mau “menggali tambang potensi sumberdaya dan orang jujur serta dipercaya yang ada di sekitar mereka, akan lebih menjamin terjadinya peningkatan taraf kehidupan masyarakat.” (WG)